(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Profil Lulusan/Kompetensi Lulusan

Kompetensi utama lulusan program studi pendidikan dokter FK Undana adalah : Menguasai konsep teori dengan pemikiran logis, kritis, sistematis dan inovatif serta mampu mengaplikasikan profesionalitas yang luhur, mawas diri dan pengembangan diri, komunikasi efektif, pengelolaan informasi, landasan ilmiah ilmu kedokteran, ketrampilan klinis, dan pengelolaan masalah kesehatan.

 

Kompetensi pendukung lulusan program studi kedokteran

Untuk dapat mencapai Visi Misi PSPD FK Undana, kompetensi pendukung diberikan sekaligus menjadi kompetensi unggulan PSPD FK Undana yakni setiap lulusan PSPD FK Undana, diharapkan mampu menangani permasalahan kesehatan di wilayah semiringkai kepulauan dengan kompetensi unggulan yakni :

  • Mampu mendiagnosis, melakukan tatalaksana, tindakan preventif dan promotif terhadap masalah terkait malnutrisi di wilayah semiringkai kepulauan
  • Terampil mengelola panganan lokal NTT yang dapat digunakan untuk menangani permasalahan gizi buruk di wilayah semiringkai kepulauan. Mampu mendiagnosis, melakukan tatalaksana farmakologis dan non farmakologis, tindakan prevensi dan rehabilitasi terhadap penyakit intoksikasi minuman Lokal “Sopi” yang mengandung alkohol. Mampu mendiagnosis, melakukan tatalaksana, tindakan preventif dan promosi kesehatan terkait penyakit rongga mulut akibat budaya lokal menyirih/ “sirih pinang”, Mampu mendiagnosis, melakukan tatalaksana terkait penyakit dekompresi akibat penyelaman. Mampu mendiagnosis, melakukan tatalaksana farmakologis dan non farmakologis terhadap penyakit-penyakit terkait profesi nelayan tradisional antara lain kasus tenggelam, keracunan makanan laut, gigitan binatang laut dan trauma akibat penangkapan ikan menggunakan bahan peledak.
  • Mampu menangani penyakit zoonosis secara komprehensif dengan kerjasama lintas profesi dokter, dokter hewan, kesehatan masyarakat dan sosioantropolog akibat budaya pemeliharaan ternak dengan cara dilepas.
  • Mampu menganalisis masalah/kondisi geografis kepulauan NTT dan manajemen proses merujuk ibu hamil resiko tinggi dan bayi baru lahir ke fasilitas kesehatan yang memadai.
  • Mampu mendiagnosis, melakukan tatalaksana farmakologis dan non farmakologis serta tindakan preventif dan promotif terhadap penyakit Tropical neglected disease yang masih ada di wilayah semiringkai kepulauan yakni
  • Mampu mendiagnosis, melakukan tatalaksana farmakologis dan non farmakologis , usaha preventif, promotif dan edukasi terhadap masalah kesehatan terkait budaya lokal Sunat “Sifon”.
  • Mampu melakukan tindakan preventif dan promotif terhadap masalah kesehatan yang berhubungan dengan faktor resiko terkait lingkungan di wilayah semiringkai kepulauan (pneumonia, diare, malaria, Tuberculosis dan Scabies).

Kompetensi pendukung ini dicapai dengan adanya kurikulum unggulan FK Undana yang diberikan sejak tahun akademik 2008/2009 dalam bentuk mata kuliah : Masalah Kedokteran Semiringkai Kepulauan (2 SKS), Zoonosis (2 SKS) pada semester 6 dan Kedokteran Tropis (5 SKS) pada semester 7. Sejak tahun akademik 2016/2017, kompetensi unggulan PSPD FK Undana semakin diperkuat dengan adanya tambahan mata kuliah penciri Universitas Nusa Cendana yaitu Budaya Lahan Kering Kepulauan dan Pariwisata (2 SKS) pada semester 2. Kompetensi yang mendukung Pencapaian Rumusan Sikap sesuai dengan SN Dikti dalam Pemenristek Dikti No. 44 Tahun 2015, juga diperkuat dengan adanya Mata Kuliah Penciri Universitas Nusa Cendana yaitu Pendidikan Anti Korupsi (1 SKS) yang diberikan pada semester 6. Mata kuliah penciri Universitas diberikan untuk semua mahasiswa di semua fakultas di Universitas Nusa Cendana.

Pada fase profesi, kompetensi unggulan FK Undana diberikan pada stase IKKOM (10 minggu) dimana pada stase ini, ada fase di Laboratorium Kesehatan Daerah selama 1 minggu. Pada stase ini kompetensi yang diharapkan adalah setiap mahasiswa mampu melakukan pengambilan sampel, pewarnaan, melakukan pemeriksaan serta mengidentifikasi preparat penyakit-penyakit infeksi tropis utama yang banyak di iklim semiringkai kepulauan seperti: TBC dan Malaria. Stase ini dibimbing oleh 4 laboran tersertifikasi Kemenkes dan 1 orang yang tersertifikasi WHO. Selain itu, pada stase IKKOM juga terdapat fase di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) selama 3 hari. Pada stase ini, mahasiswa mendapatkan materi kesehatan pelabuhan laut dan udara meliputi proses karantina pencegahan penyakit menular dan pelatihan AED (Automated External Defibrillator). Pada stase IKKOM juga terdapat fase 3 hari di BPJS (Badan Pelayanan Jaminan Sosial), dengan kompetensi yang diharapkan agar mahasiswa mampu memahami sistem rujukan pelayanan BPJS di wilayah semiringkai kepulauan. Sehubungan dengan pencapaian kompetensi unggulan untuk mengatasi masalah kesehatan ibu dan anak di wilayah semiringkai kepulauan, pada stase IKKOM, juga terdapat fase di Puskesmas dengan pelayanan KIA dan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) selama 6 minggu, yakni di Puskesmas Bakunase, Puskesmas Sikumana, Puskesmas Alak dan Puskesmas Oesapa. Sehubungan dengan pencapaian kompetensi ini juga, pada stase Obsgyn, mahasiswa profesi dokter juga diberikan materi Masalah Kesehatan Ibu Hamil dan Menyusui pada wilayah semiringkai kepulauan yang tertuang pada Modul Semiringkai yang terdapat dalam Modul Kepaniteraan Klinik Obsgyn.

Kompetensi yang Lain

Selain kompetensi utama dan kompetensi pendukung/unggulan, untuk mencapai visi misi PSPD FK Undana, juga menambahkan kompetensi lainnya yakni mahasiswa lulusan PSPD FK Undana mampu berbahasa Inggris, menguasai keterampilan belajar, literature searching dan teknologi informasi.